Serigala hitam sedang di Surabaya! Dia membawa segudang buku untuk para pecinta buku. Ya, event Big Bad Wolf books sale sedang berlangsung di kota pahlawan mulai 3-14 Oktober 2019. Wiklan berkesempatan menengok sale buku ( yang didominasi buku import ) ini saat jam kerja. Ternyata cukup ramai dengan pengunjung dari kalangan muda. Menjelang sore hingga malam venue JX yang menjadi langganan event ini bertambah ramai, apalagi saat weekend. Selain perlu menganggarkan dana cukup-mengingat banyak buku bagus yang sayang dilewatkan, stamina juga perlu fit untuk memilah pilih buku favorit diantara ribuan buku. Tidak cukup satu dua jam berada di sini. Tidak hanya ditunggu bagi end user, event ini juga menjadi ladang rejeki para penyedia layanan jastip. Namun beberapa aturan tertentu telah dibuat penyelenggara untuk para jastiper ini.



Ada hal baru pada event tahun 2019 ini, BBW lewat program sosial yang bertajuk Red Readerhood, bekerja sama dengan FKPPI Jatim menghelat booth untuk kegiatan sosial yang berkaitan dengan kampanye literasi. Kegiatan ini berupa ajakan berdonasi buku kepada sekolah-sekolah lokal yang telah disurvey dan layak mendapat bantuan buku. Jadi bagi yang berkenan, Anda bisa membeli buku yang telah disediakan, tanpa harus membawa pulang buku tersebut dikumpulkan BBW dan FKPPI dan akan diserahkan pada sekolah terpilih.



BBW yang dimulai pada 2009 berawal dari gagasan sepasang suami istri asal Malaysia bernama Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Keduanya memiliki visi untuk mengubah dunia melalui buku. Sebuah keinginan agar semua orang bisa membaca buku dilatar belakangi kisah hidup masa anak-anak Andrew Yap yang berasal dari keluarga sederhana, dia tidak banyak memiliki buku untuk dibaca dibanding teman sekolah Yap yang berasal dari keluarga mampu.


Itulah yang menjadi alasan pasangan ini untuk mengadakan pameran buku dengan harga murah. Hingga tanpa disangka, keinginan sederhana Yap dan Ng kini menjelma menjadi sebuah bazar buku besar di wilayah Asia Tenggara.