SUMBER PENDAPATAN: Papan reklame banyak berdiri di Jalan Basuki Rahmat. Pemkot menargetkan pendapatan pajak reklame tahun ini naik.

SURABAYA – Pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan pemkot dari pajak reklame ditargetkan meningkat tahun ini. Padahal, sempat terjadi penurunan tren reklame pada 2017. Meski begitu, pemkot optimistis jumlah reklame kembali menggeliat naik pada 2018.

Sepanjang 2017 dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) mengeluarkan 1.659 izin reklame. Angka tersebut menurun meski hanya terhitung puluhan unit. Selama 2016 DCKTR memberikan izin untuk 1.719 reklame.

Kepala Bidang Tata Ruang DCKTR Lasidi menjelaskan bahwa penurunan terjadi karena dua hal. ’’Pertama, kemungkinan ada yang diturunkan atau tidak diperpanjang,’’ ujarnya. Selain itu, pembangunan dan pelebaran jalan yang dilakukan pemkot membuat sejumlah titik reklame tergusur.

Bukan hanya itu. Reklame diperkirakan cenderung sepi karena kondisi ekonomi yang lesu selama 2017. ’’Perusahaan dituntut untuk memenuhi gaji buruh lebih dulu,’’ jelas Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Yusron Sumartono. Atas alasan itu, anggaran untuk promosi atau beriklan lewat reklame pun tidak menjadi prioritas. Tidak heran jika sepanjang tahun lalu banyak papan reklame yang akhirnya kosong.

Yusron membenarkan bahwa cukup banyak papan reklame yang tidak disewa dalam kurun waktu beberapa bulan. Yang cukup ramai justru iklan dengan media baliho atau banner yang waktu penggunaannya lebih singkat. ’’Biasanya, baliho dan

banner itu tayangnya cuma sehari sampai dua hari,’’ tuturnya.

Sepinya reklame terlihat dari realisasi PAD yang ngepres. Berdasar Perubahan APBD 2017, pemkot menargetkan nilai PAD dari reklame sebesar Rp 131 miliar. Realisasinya pun di sekitar angka yang sama.

Meski begitu, untuk tahun anggaran 2018, Yusron menyatakan ada peningkatan. PAD reklame dinaikkan Rp 2 miliar dari tahun lalu.

Sumber : https://www.pressreader.com/jawa-pos-indonesia