Wiklan.com, 18 November 2019.
Sepeda tanpa pedal atau dikenal sebagai push bike kini telah menjadi gaya hidup keluarga muda milenial di Indonesia. Tidak hanya di kota besar, tren sepeda yang diperuntukkan bagi anak-anak usia dini ini juga merambah hingga ke daerah. Salah satu merek push bike yang terkenal adalah Strider, yang diproduksi di South Dakota AS. Begitu populernya, merek ini menjadi nama generik untuk jenis sepeda push bike. Siapa yang menyangka sepeda Strider pertama di dunia awalnya hanyalah dibuat untuk keperluan pribadi.

Adalah Ryan McFarland, seorang pecinta sepeda yang tidak sabar untuk berbagi hasratnya untuk bersepeda bersama putranya Bode yang kala itu berusia dua tahun.  Alih-alih menunggu putranya menjadi cukup dewasa untuk menggunakan sepeda tradisional, Ryan menciptakan sepeda tanpa pedal yang dapat segera ditunggangi oleh anak balitanya.



Ryan menanggalkan, memotong, mengampelas dan mengelas pada sepeda kecil Bode sampai ia menemukan apa yang akan menjadi Sepeda Strider pertama di dunia. Itu sangat ringan, berukuran sempurna untuk Bode, dan memungkinkannya untuk meletakkan kedua kakinya di tanah. Memiliki kontrol yang baik terhadap sepeda kecil itu meningkatkan kepercayaan dirinya dan meningkatkan keterampilannya dengan cepat. Lalu orang-orang mulai memperhatikan Bode mengendarai Strider-nya di sekitar kota. Ryan menyadari bahwa bukan hanya Bode yang bisa mendapat manfaat dari sepeda buatan garasi kecilnya, anak-anak di seluruh dunia pun dapat mengalami kesuksesan, petualangan, dan kebebasan yang sama.

Ryan McFarland memulai Strider Bikes pada 2007 dan sejak itu dia menjual 2,5 juta sepeda di seluruh dunia, membawa kegembiraan bagi pengendara kecil di 78 negara. Ya inspirasi bisnis kadang berawal dari hal sederhana. Bahkan Ryan McFarland tidak berangkat untuk mengubah dunia.  Dia hanya ingin berbagi hasratnya terhadap sepeda dengan putranya tersayangnya.