Wiklan. Malang, September 2019.

Setiap tempat memiliki cerita. Sebagai negeri yang pernah melewati zaman kolonial, Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah berupa bangunan tua yang dibangun pemerintahan kolonial Belanda saat itu. Malang, kota wisata alam di Jawa Timur ini menyimpan banyak warisan budaya. Salah satunya adalah Kampung Heritage Kayutangan. Ini adalah objek wisata sejarah berupa perkampungan tua, yang memiliki banyak rumah kuno yang masih terawat keasliannya. Kampung ini bisa diakses dari koridor Talun ( Jl. Arief Rahman Hakim ) dan koridor Kayutangan ( Jl. Basuki Rahmat ). Letaknya yang dekat degan Alun-alun kota Malang menjadikan Kampung Kayutangan nyaman dinikmati sebagai wisata jalan kaki. Seperti halnya banyak perkampungan di kota, di sini wisatawan diajak menyusuri gang-gang kecil. Ada tiket masuk yang dikenakan, setiap orang sebesar 5 ribu rupiah. Agar tidak bingung berjalan-jalan ke arah mana, Anda bisa minta peta lokasi saat membayar tiket. Atau Anda bisa minta ditemani pemandu yang disediakan pengurus kampung. Dari tiga RW yang bergabung dalam kampung wisata ini, ada 40an bangunan yang bisa kita nikmati sebagai objek foto atau pengetahuan sejarah. Beberapa rumah malah dapat dimasuki wisatawan. Jika beruntung, terkadang kita bisa menikmati suguhan live music dari musisi lagu keroncong. Kepengen jajan sambil jalan-jalan? Jangan khawatir, ada banyak toko kecil di sini yang menyediakan jajanan lokal hingga yang khas untuk oleh-oleh.


Berada di sini tidak hanya seperti kembali ke masa silam, di kampung wisata sejarah ini juga bisa memuaskan para pemilik akun Instagram dengan beragam photo both / spot foto yang dibuat oleh warga. Ada yang gratis ada juga yang berbayar, seperti yang bisa Anda temukan pada salah satu rumah warga yang penuh dengan koleksi barang jadul. Penggemar foto bisa ambil gambar sepuasnya dengan latar ruangan yang dipenuhi barang lawas. Mungkin jika berminat membeli barang antiknya, Anda bisa negosiasi dengan pemilik rumah yang ternyata juga punya usaha jual beli barang jadul.

Sejarah Kampung Kayutangan.


Dikutip dari Jawa Pos , menurut salah seorang sejarawan dari Universitas Negeri Malang, kampung tertua di Malang ini dulu termasuk wilayah Talun. Talun zaman dahulu adalah desa berbentuk perkebunan yang letaknya di tepi hutan. Sejak Belanda masuk ke Malang, terjadi revitalisasi kawasan Kayutangan pada sekitar abad 18. Tepatnya ketika Belanda membangun pemukiman untuk orang-orang Eropa. Pemukiman itu tersebar dekat dengan benteng-benteng yang ada pada ketika itu, antara lain ; dibagian selatan Sungai Brantas, Klojen Lor, Sawahan, Tongan ( Kampung Arab ) dan Talun.

Nah jika Anda berada di Malang, baik bagi pecinta heritage ataupun mereka yang sekedar senang berjalan-jalan, ini adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi. Sekedar saran, waktu yang ideal berkunjung ke sana adalah saat pagi hari atau menjelang sore.